FGD Diversi Berbasis Pendidikan

Terima kasih kepada PERSADA Universitas Brawijaya dan Polres Malang Kota atas undangan untuk berbagi dalam Focus Group Discussion Optimalisasi penerapan diversi berbasis pendidikan demi menyelamatkan masa depan anak.

Berita selengkapnya di

Save our children.


Mengubah mindset aparat kepolisian dalam menangani perkara anak: 

Perspektif biopsikososial

Cleoputri Yusainy, Ph.D.

Perilaku kriminal adalah akibat dari proses reaksi otak dan sosial yang apabila disandingkan dengan aturan hukum melanggar. Riset longitudinal Moffitt dan kolega (2011) selama 32 tahun menemukan bahwa self-control, kecerdasan (IQ), dan status sosial ekonomi adalah tiga faktor risiko utama yang memprediksikan kriminalitas pada masa dewasa. Imbalan dan hukuman yang diterima dari lingkungan sosial sama-sama dapat menjadi modulator atas perubahan perilaku individu, namun pemberian hukuman dapat membangkitkan perasaan takut (fear). Pola aktivitas otak serupa antara emosi takut dan marah, yang menjelaskan mengapa individu yang berada dalam kondisi takut akan lebih mudah terpicu kemarahannya daripada jenis emosi yang lain (Zhan, Ren, Fan, & Luo, 2016). Sebaliknya, semakin jelas harapan individu tentang dirinya sendiri di masa depan, semakin rendah pula kecenderungannya untuk membuat pilihan yang mengarah pada kriminalitas (Gelder, Hershfield, & Nordgren, 2013).